Note

Pengantar Cloud Computing

14 Oct 2025Khaidir Fahram

Definisi Cloud Computing

“Cloud computing adalah model penyediaan sumber daya komputasi (server, storage, database, jaringan, software, layanan analitik, dan lainnya) melalui internet, sesuai permintaan pengguna, dengan sistem pembayaran berdasarkan penggunaan.”
National Institute of Standards and Technology (NIST)

Contoh sederhana:

  • Saat Anda menggunakan Google Drive untuk menyimpan file — Anda tidak membeli server, hanya memanfaatkan layanan cloud.

  • Saat sebuah startup menghosting website di Amazon Web Services, mereka tidak perlu membeli server fisik.


Karakteristik Utama Cloud Computing (NIST)

Karakteristik Penjelasan
On-demand self-service Pengguna dapat mengakses sumber daya cloud (server, storage, dsb) secara mandiri tanpa intervensi manual dari penyedia.
Broad network access Layanan dapat diakses dari mana saja melalui internet (laptop, mobile, tablet).
Resource pooling Resource disediakan secara multi-tenant dan dialokasikan dinamis.
Rapid elasticity Kapasitas dapat bertambah atau berkurang dengan cepat (auto scaling).
Measured service Penggunaan dihitung otomatis — pay as you go.

Contoh: startup bisa mulai dari satu server kecil, lalu secara otomatis menambah kapasitas saat traffic tinggi.


Model Layanan Cloud (Service Models)

https://media.geeksforgeeks.org/wp-content/uploads/20221228112413/Cloud-Computing-Layers.png
https://www.stackscale.com/wp-content/uploads/2020/04/cloud-service-models-iaas-paas-saas-stackscale.jpg
 
4
Model Kepanjangan Fokus Contoh Layanan Contoh Pengguna
IaaS Infrastructure as a Service Infrastruktur virtual (VM, Storage, Network) Amazon Web Services (EC2), Google Cloud Compute Engine, Microsoft Azure VM DevOps, Sysadmin
PaaS Platform as a Service Platform untuk pengembangan & deployment aplikasi Google App Engine, Heroku, Vercel Developer
SaaS Software as a Service Aplikasi siap pakai Google Workspace, Microsoft 365, Zoom End user

Penjelasan sederhana:

  • IaaS → Anda sewa server

  • PaaS → Anda sewa platform untuk membangun aplikasi

  • SaaS → Anda langsung pakai aplikasinya


Model Deployment Cloud

Model Penjelasan Contoh
Public Cloud Layanan tersedia untuk umum, infrastruktur dimiliki penyedia cloud AWS, GCP, Azure
Private Cloud Dikelola dan digunakan oleh satu organisasi saja OpenStack, VMware vSphere
Hybrid Cloud Kombinasi antara public dan private cloud Perusahaan besar
Community Cloud Dipakai oleh komunitas/instansi tertentu Cloud Pemerintah, Kampus

On-Premise vs Cloud Computing

Aspek On-premise Cloud
Biaya Besar di awal (CapEx) Bayar sesuai penggunaan (OpEx)
Waktu implementasi Lama (butuh instalasi server) Cepat (beberapa menit)
Pemeliharaan Dikelola sendiri Dikelola penyedia
Skalabilitas Sulit dan mahal Otomatis dan fleksibel
Akses Lokal Global via internet
Keamanan Kontrol penuh Shared responsibility

Contoh nyata:

  • Perguruan tinggi kecil akan lebih efisien menyimpan data di cloud daripada membeli server fisik sendiri.

  • Startup bisa berkembang cepat tanpa investasi besar di infrastruktur.


Penyedia Layanan Cloud Populer

  1. Amazon Web Services (AWS)

    • Layanan: EC2, S3, RDS, Lambda, CloudFront

    • Kelebihan: paling matang dan fleksibel

  2. Google Cloud (GCP)

    • Layanan: Compute Engine, Cloud SQL, Firebase

    • Kelebihan: integrasi AI/ML dan developer friendly

  3. Microsoft Azure

    • Layanan: Virtual Machines, App Service, SQL Database

    • Kelebihan: integrasi enterprise (Windows Server, Office)

  4. Lainnya: Alibaba Cloud, DigitalOcean, Linode, Vultr, Cloudflare (Edge Computing/CDN).


Shared Responsibility Model

Konsep penting dalam cloud adalah pembagian tanggung jawab:

Komponen On Premise IaaS PaaS SaaS
Data
Aplikasi
Runtime
Middleware
OS
Virtualisasi
Server
Storage
Networking

Semakin tinggi level layanan (IaaS → SaaS), semakin sedikit tanggung jawab pengguna.

https://digitalcloud.training/wp-content/uploads/2019/10/Cloud-Service-Models-IaaS-PaaS-SaaS-1024x493.jpg